JIWA PEMENANG
Sadarilah
bahwa kamu dilahirkan ke dalam dunia dengan potensi yang besar untuk
menjadi seorang pemenang dalam hidup. Kamu punya seperangkat
perlengkapan hidup yang sangat hebat berupa pikiran, kehendak bebas dan
hati nurani. Pergunakanlah secara optimal.
Ingatlah
selalu bahwa menjadi pemenang tidak berarti selalu menang, tapi tetap
tenang ketika mengalami kegagalan dan tidak panik ketika mengalami
kekalahan. Bagi seorang pemenang, kekalahan hanyalah sementara dan
kegagalan hanyalah keberhasilan yang tertunda.
Pemenang
dalam hidup adalah pribadi yang berani menghadapi kehidupan, tidak
gentar menghadapi tantangan, tidak takut menghadapi kesulitan, tidak
bergantung pada situasi, dan tidak dikalahkan oleh hal-hal negatif
Jadikan
orang lain sebagai motivator, guru dan cermin yang baik. Belajarlah
dari keberhasilan dan kegagalan mereka. Jangan sombong kalau kamu lebih
hebat dalam beberapa bidang dibandingkan dengan orang lain, dan jangan
berkecil hati kalau kamu tidak segelimang mereka dalam bidang lainnya.
Beranilah
mengambil risiko, karena banyak hal berharga dalam hidup ini yang harus
diraih dengan keberanian. Kalau semua faktor sudah diperhitungkan,
lakukanlah apapun yang dapat meningkatkan kualitas hidupmu.
Berpikirlah
sebagai seorang pemenang. Pikiran adalah potensi dan kekuatanmu yang
bisa membangun dan merusak hidupmu tergantung bagaimana kamu
mengarahkannya. Arahkanlah selalu pikiranmu untuk memikirkan hal-hal
yang mulia, yang benar, yang adil, yang penting dan yang membahagiakan.
Berkatalah
sebagai seorang pemenang. Jadikan kata-kata positifmu sebagai alat
untuk memperkat jiwamu, bukan untuk melemahkan. Lebih baik kamu
berjkata “Aku akan segera sembuh” daripada “Aku sudah bosan berobat
tapi tidak ada hasil”. Atau, “Kalau hari ini aku tidak beruntung, masih
ada hari esok” lebih baik daripada “Aku memang sedang sial hari ini!”
Bersikaplah
sebagai seorang pemenang. Seorang pemenang akan bersikap aktif dan
tidak pasif, rajin dan tidak malas, ulet dan tidak mudah menyerah,
jujur dan tidak bohong. Bila setiap hari kamu bertindak sebagai
pemenang, kamu betul-betah melatih otot-otot jiwa menjdi otot seorang
pemenang. Jangan biarkan jiwamu menjadi lemah sehingga kamu selalu
mengalami kekalahan. Berusahalah terus untuk mengembangkan sifat-sifat
seorang pemenang, seperti rendah hati, berani, berjiwa besar,
tekun, dsb. Hindari sifat-sifat pengecut seperti menyalahkan orang
lain, egois, iri hati, sombong, mencari perhatian, dsb.
Bertekunlah
untuk meraih apa yang kamu inginkan. Jangan mudah kecewa dan putus asa
ketika menghadapi hambatan. Jangan menyerah dalam keadaan apapun.
Orang-orang besar sepanjang sejarah telah membuktikan bahwa banyak hal
yang sulit dan tampak tidak mungkin didobrak oleh ketekunan.
Hargailah
dirimu. Perhatikan sikap, ucapan dan penampilanmu. Hanya setelah kamu
bisa menghargai diri sendiri, kamu akan bisa menghargai orang lain. Dan
ketika kamu menghargai orang lain, mereka pun akan menghargaimu.
Berusahalah
untuk mengendalikan dirimu. Jadilah pemenang atas diri sendiri, maka
kamu akan lebih mudah menjadi pemenang dalam lingkup yang lebih luas. Sebagai contoh, jujurlah pada diri sendiri, kendalikanlah emosi, bersikaplah tenang, dan berdisiplinlah.
Beranilah
mengalah untuk menang. Seorang pemenang tidak akan ngotot memenangkan
perdebatan dan pertengkaran. Hanya orang berjiwa pengecut yang ingin
memuaskan harga dirinya dengan kemenangan yang semu.
Beranilah
untuk berubah. Hidup yang berkemenangan ditandai dengan
perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik, lebih menyenangkan dan
lebih berhasil. Jangan mengharapkan situasi atau orang lain yang akan
mengubah hidupmu. Kamu sendiri yang bertanggung jawab memperbaiki dan
meningkatkan kualitas hidupmu.
Bergembiralah
atas setiap kemenangan yang kamu raih. Ketika kamu berhasil melakukan
apa yang sudah kamu rencanakan, ketika kamu berhasil mendisiplin diri,
ketika kamu berhasil menyelesaikan konflik dengan baik, ketika kamu
tidak lagi membohongi orang lain, dsb. Teruskanlah usahamu untuk
menjadi pemenang dan nikmatilah banyak kejutan menyenangkan sepanjang
hidupmu.

No comments:
Post a Comment