“Semboyan” bhineka tunggal ika”
memang selalu mengingatkan kita bahwa negara
kesatuan itu ada karena disangga
oleh unsur-unsur yang berbeda. Adapun unsur-unsur
yang berbeda tersebut adalah
serat-serat budaya yang sudah berakar dalam pada
masing-masing penyangga republik
ini. Adapun serat-serat budaya itu adalah bahasa
ibu di daerah kita, nilai-nilai
benar-salah, indah-buruk, pantas-tidak pantas, konsep-
konsep tentang kekuasaan,
kedudukan penguasa,_ kedudukan rakyat, ekspresi
kesenian dan sebagainya |agi”
(Kayam, 1990).
Kutipan tersebut mengingatkan
kita untuk menyadari bahwa serat-serat budaya
yang telah menjadi milik kita
telah ada dan tersebar dengan ciri khas sendiri-sendiri.
Milik kita yang memeriukan Sikap
dan pandangan kritis didalam memperlakukannya,
terutama kaitannya dengan
menumbuh kembangkan identitas nasional. ldentitas
nasional adalah"suatu
kualitas batiniah yang disetujui oleh sebagian besar lapisan
suatu bangsa dan dituntut sebagai
milik mereka yang khas.”
Masyarakat Jawa Barat pada
awa\nya dapat dikategorikan sebagai masyarakat
Iadang (huma) bahkan sisa
masyarakat Iadang yang khas sampai sekarang masih
terdapat di daerah Kanekes
(Baduy). Pengaruh pola berladang masih terlihat di
beberapa tempat di Jawa Barat, di
mana masih terdapatnya orang ngahuma. Sikap
yang paling menonjol dari
masyarakat \adang ialah kebiasaan suka berpindah tempat
tinggal untuk mengikuti garapan
ladangnya. Sekaiipun kini sudah tidak menggunakan
pola Iadang berpindah, karena
semakin terbatasnya Iahan dan pembagian wilayah-
wilayah hunian. Corak hidup
demikian mengakibatkan pola berfikir dan cara hidup dan
kebudayaan mereka sederhana,
karena keseluruhan hidupnya dipengaruhi oleh cara
hidup mereka sehari-hari yang
berpindah-pindah. Di samping itu masyarakat Jawa
Barat sangat erat dengan aiam
sekitarnya. Pengaruh Hora cukup menonjol dengan
banyaknya tempat yanng diberi
nama tanaman, bahkan telah berkembang menjadi
nama-nama kecamatan, desa,
kampung yang jumlahnya bisa mencapai ribuan. Tradisi
pemukiman pada aliran sungai
menggejala dalam sistem toponimi.
BERSAMBUNG....
No comments:
Post a Comment